BerandaEuro 2020EURO 2020: Analisis Peta Kekuatan Grup F

EURO 2020: Analisis Peta Kekuatan Grup F

Pentas Euro 2020 yang sebentar lagi bakal diselenggarakan bakal diramaikan oleh Grup F yang terbilang sebagai Grup Neraka.

Bagaimana tidak? Ada tiga negara besar yang bercokol di sana. Ketiganya merupakan kandidat calon juara, yaitu Prancis, Portugal, dan Jerman.

Jerman

Joachim Low bakal mengundurkan diri setelah pagelaran ini. Beberapa orang bisa berargumen bahwa dia terlalu telat lima tahun, namun dia akan mundur bagaimanapun perjalanan Jerman di musim panas ini, dan dia akan berupaya untuk mempersembahkannya dengan catatan baik.

Turnamen-turnamen teranyar telah mengindikasikan bahwa warisan Low mungkin sudah ternodai,  karena tim tampil buruk di Piala Dunia di Rusia dan juga kekalahan memalukan dengan skor 0-6 di laga penutup UEFA Nations League tahun lalu serta kekalahan 1-2 dari Makedonia Utara di babak kualifikasi Piala Dunia 2022 pada bulan Maret lalu.

Euro harus berjalan dengan baik untuknya, namun itu tidak harus demikian. Jerman masih memiliki skuat yang luar biasa. Dengan para pemain sekaliber Joshua Kimmich, Toni Kroos, Leon Goretzka, dan Ilkay Gundogan, mereka mungkin memilini lini tengah terbaik di dunia, selagi Thomas Muller dan Mats Hummels sudah kembali setelah lebih dari dua tahun absen di tim nasional.

Kendati demikian, lini pertahanan mereka mungkin adalah sumber kecemasan, karena Manuel Neuer yang sudah tua masih menjadi andalan, selagi minimnya para pemain dari klub-klub besar di sektor defender bisa menghantui mereka. Mereka harus berupaya keras untuk keluar dari grup yang berisikan juara dunia dan juara bertahan Euro.

Mungkin, tujuan utamanya bukanlah memenangkan turnamen. Tampil dengan baik dan juga meletakkan dasar yang solid untuk pengganti Low, di sisi lain, akan menjadi suatu hal yang penting.

Prancis

Skuat terbaik di sepak bola internasional akan mencoba untuk mengulangi pencapaian para pemain seperti Zinedine Zidane dan Didier Deschamps dengan mengawinkan gelar Piala Dunia dan Euro pada tahun 1998 dan 2000 silam.

Sulit untuk tidak mempertimbangkan Prancis sebagai calon juara; mereka memiliki stok yang sangat dalam di skuatnya dan akan tetap begitu hingga beberapa tahun ke depan. Kelolosan mereka pun cukup mulus, dengan meraih delapan kemenangan, selagi imbang sekali dan kalah sekali di babak kualifikasi, dan mereka tampil dengan luar biasa juga di kejuaraan lain, dengan mencapai putaran final UEFA Nations League yang akan digelar bulan Oktober nanti.

Tim ini akan sangat serupa dengan yang memenangkan trofi Piala Dunia di Rusia tiga tahun lalu. Hugo Lloris, penjaga gawang sekaligus kapten akan mempertahankan tempatnya, demikian pula dengan Raphael Varane. Yang lainnya belum pasti. Samuel Umtiti masih ada di skuat tahun lalu, namun dia mengalami penurunan belakangan dan tidak dipanggil. Oleh karena itu, Presnel Kimpembe, Jules Kounde, atau Clement Lenglet akan memperebutkan tempatnya.

N’Golo Kante dan Paul Pogba selalu menjadi duet andalan di lini tengah, selagi performa Antoine Griezmann di tahun 2021 telah memberikan kepercayaan diri kepadanya. Tim ini telah membuktikan bahwa mereka adalah tim kelas dunia, dan pemanggilan kembali Karim Benzema setelah enam tahun absen mempertegas kekuatan mereka.

Jika tidak mampu mencapai semifinal maka itu akan dianggap sebagai kegagalan oleh mereka. Didier Deschamps, mantan pemain dan kini pelatih, memiliki kans untuk mengulang sejarah dengan menjadi pelatih pertama yang mengawinkan trofi Piala Dunia dan Euro.

Portugal

Sang juara bertahan kini memiliki tim yang lebih kuat ketimbang ketika mereka menjuarai Euro pada tahun 2016 silam.

Terlepas dari kualitas mereka yang luar biasa di lini serang, pelatih Fernando Santos lebih menyukai gaya bermain yang tangguh dan berhati-hati, yang menciptakan perdebatan karena ialah yang mengantarkan Portugal meraih trofi pertamanya pada lima tahun lalu. Strategi itu tidak diharapkan untuk berubah pada musim panas ini, terutama mengingat kualitas yang ada di grup mereka, dan mereka akan sangat optimistis mengenai kesempatan mereka saat ini.

Mereka lolos dengan mencemaskan, karena finis di tempat kedua di grup pada babak kualifikasi, hanya unggul tiga poin dari Serbia yang ada di tempat ketiga, dan gagal mempertahankan trofi UEFA Nations League setelah kalah dari Prancis, yang akan mereka temui lagi di grup ini.

Terlepas dari situasi ini, para pemain mereka telah tampil dengan sangat baik di liga domestik masing-masing. Di Inggris misalnya, Bruno Fernandes, Bernardo Silva, Diogo Jota, dan Ruben Dias telah menjadi pemain kunci di timnya masing-masing.

Meskipun bermain untuk tim Juventus yang alami penurunan, Cristiano Ronaldo masih terus berkembang, selagi opsi mereka untuk kedalaman skuat seperti Andre Silva (Eintracht Frankfurt) dan Joao Palhinha (Sporting), telah melalui musim yang luar biasa. Dias akan dipasangkan dengan bek tengah berusia 38 tahun Pepe di jantung pertahanan, dan ini mungkin menjadi turnamen internasional terakhir dalam kariernya.

Mereka akan mencoba untuk menjadi tim kedua setelah rival serumpunnya dari Iberia, Spanyol, berhasil menjuarai Euro pada 2008 dan 2012. Di sisi lain, mereka setidaknya lolos hingga babak semifinal.

Hungaria

Hungaria memiliki mood yang bagus menuju ke Euro. Mereka telah sampai ke babak ini berkat gol sensasional Dominik Szoboszlai di babak play-off kontra Islandia, yang membuat mereka bangkit dari ketertinggalan menjadi kemenangan.

Momen itu dinobatkan sebagai Momen Terbaik Olahraga Hungaria pada tahun lalu, dan itu juga membantu Szoboszlai memenangkan penghargaan Atlet Terbaik Hungaria. Sayangnya bagi tim, dia akan absen karena cedera pada sepanjang tahun 2021, yang akan menjadi kerugian signifikan bagi mereka.

Terlepas dari hal itu, Peter Gulacsi dan Willi Orban telah tampil bagus untuk RB Leipzig, yang menjadi salah satu pertahanan terbaik di Bundesliga. Orban mungkin tidak mendapatkan pengakuan sebesar rekan setimnya, namun dia mungkin adalah defender paling hebat di klubnya.

Adam Nagy, Roland Sallai, dan Adam Szalai telah menjadi pemain kunci di sisi lain lapangan. Hungaria datang ke kompetisi ini setelah melalui masa-masa yang dominan di UEFA Nations League, bahkan berhasil menjuarai grup mereka untuk mendapatkan tiket promosi ke Liga A.

Mereka mengejutkan semua orang dengan memenangkan grup mereka di Euro 2016, yang termasuk Portugal yang keluar menjadi juara di akhir turnamen, dan meskipun mereka harus berjalan pincang karena ketiadaan Szoboszlai, Hungaria masih memiliki elemen kejutan dan kemampuan untuk lolos ke babak berikutnya sebagai salah satu dari tim peringkat ketiga terbaik. Dan itu mungkin hanya memerlukan sebuah kemenangan.

EURO 2020: Analisis Peta Kekuatan Grup F
Leonardo Sukamto
Love to cycling, movie enthuasiast, football addict.
Berita Sepak Bola Lainnya

Tinggalkan Balasan

Masukkan Komentar Mu
Masukkan Nama Mu Disini

- Advertisment -

Klasemen Sementara