BerandaEuro 2020EURO 2020: Analisis Peta Kekuatan Grup E

EURO 2020: Analisis Peta Kekuatan Grup E

Gelaran Euro 2020 hanya tinggal menghitung hari saja, dengan segala negara peserta terus mempersiapkan diri. Euro 2020 akan digelar mulai tanggal 12 Juni hingga 12 Juli 2021 mendatang.

Kompetisi ini tentu dinanti para pecinta sepak bola di seluruh dunia, karena kompetisi liga-liga juga sudah berakhir. Oleh karena itu, kami menyajikan analisis peta kekuatan masing-masing grup, yang kali ini Grup E Euro 2020. Diisi oleh Spanyol, Swedia, Polandia dan Slovakia.

Spanyol

Kemenangan 6-0 Spanyol atas Jerman enam bulan lalu, membuat nama mereka tidak bisa dipinggirkan dari kandidat juara Euro 2020. Meski, memang skuat yang dibawa Luis Enrique ke kompetisi ini cukup mengejutkan, hampir tidak ada nama-nama lama.

Andreas Iniesta, Xavi Hernandez dan David Villa memang merupakan generasi berbeda, tapi Sergio Ramos yang masih bisa bermain ternyata tidak dipanggil. Pencoretan ini cukup mengejutkan dan banyak yang mempertanyakan keputusan Enrique ini. Mantan pelatih Barcelona itu berkelakar bahwa pencoretan ini karena kondisi kebugaran sang pemain yang mulai sering cedera.

Meski Enrique berujar bahwa ini adalah masa peralihan skuat Spanyol ke era yang baru, tidak ada alasan untuk mencoret mereka dari persaingan gelar juara. Melihat para pemain yang dibawa, mereka memiliki kualitas. Cesar Azpilicueta, kapten Chelsea yang baru saja angkat trofi Liga Champions, akan ditemani Pau Torres, yang baru menjuarai Liga Europa bersama Villarreal. Pertahanan mereka sebenarnya kokoh, meski tanpa Sergio Ramos.

Dengan memainkan tiga laga Grup E di Sevilla nanti, tampaknya tidak ada kesulitan berarti bagi La Roja. Mungkin hanya Polandia yang dipimpin oleh Robert Lewandowski yang bisa jadi batu sandungan mereka untuk memenangkan ketiga laga di fase grup.

Swedia

Seharusnya melewati Grup E Euro 2020 kali ini, bukan suatu masalah berarti bagi skuat Swedia saat ini. Tapi yang terjadi setelahnya, barulah menjadi masalah. Mereka bisa saja bertemu dengan Inggris di babak 16 besar nanti jika Gareth Southgate berusaha untuk menghindari posisi pertama. Menghindari posisi pertama menjadi tujuan beberapa tim, karena bisa menghindari lawan-lawan sulit di babak 16 besar.

Untuk lini serang tampaknya Swedia punya beberapa talenta yang jangan dipandang remeh. Alexander Isak dan Dejan Kulusevski (Juventus) bisa berbahaya apalagi mereka mendapat suplai bola yang tepat dari Emil Forsberg dan Viktor Claesson. Satu-satunya hal yang mesti dipikirkan Swedia adalah pertahanan mereka. Kekuatan mereka hanyalah kiper berpengalaman dalam diri Robin Olsen, itu juga kalau dia berada dalam penampilan terbaiknya.

Berkaca pada pengalaman Piala Dunia 2018, sebaiknya kita jangan pandang remeh skuat Swedia. Pada turnamen di Rusia itu, mereka berhasil tembus sampai ke babak perempatfinal, sebelum kalah dari Inggris dengan skor 2-0.

Polandia

Sangat sulit memang memprediksi apa yang bisa dilakukan Polandia di turnamen Euro 2020 ini. Mereka secara mengejutkan memecat pelatih kepala, Jerzy Brzeczek pada Januari, lima bulan sebelum Euro dimulai. Padahal Brzeczek cukup berprestasi dengan mampu membawa Polandia bertahan di Divisi A di UEFA Nations League.

Kini PSSI Polandia sudah menunjuk Paulo Sousa, mantan bintang Timnas Portugal dan eks manajer Swansea City sebagai pelatih kepala. Meski tidak impresif di awal kepelatihan, Robert Lewandowski dkk pelan-pelan mulai menunjukkan perkembangan dengan gaya bermain yang baru. Pengalaman buruk di Piala Dunia 2018, juru kunci grup dengan kalah dua kali dan sekali menang, menjadi motivasi besar untuk Polandia bangkit di turnamen ini.

Tidak hanya Lewandowski, di posisi penjaga gawang terdapat Wojciech Szczesny yang jadi kiper utama Juventus. Lini tengah akan dipegang oleh Piotr Zielinski yang sudah makin matang bersama Napoli. Pos lini serang juga, Arkadiusz Milik masih dipercaya memiliki sesuatu yang dapat meringankan tugas Lewandowski. Polandia benar-benar bisa menyulitkan Spanyol, seperti yang sudah kami bilang.

Slovakia

Babak Kualifikasi Euro 2020 mungkin sudah seperti roller-coaster bagi Slovakia. Mereka mampu mengalahkan Hungaria dua kali, tapi kemudian kalah 0-4 dan 1-3 dari Kroasia dan ditahan imbang kontra Wales. Mereka pun harus melewati jalan terjal untuk bisa lolos ke putaran final Euro 2020, yakni lewat babak play-off. Pavel Hapal pun dicopot dari jabatan pelatih kepala, digantikan oleh Stefan Tarkovic.

Tarkovic-lah yang membawa Slovakia melewati semua lawan-lawannya di babak play-off dan lolos ke Euro 2020. Lolos tiga kali ke turnamen sebesar ini dalam satu dekade terakhir, tentu menjadi sesuatu yang berharga bagi Slovakia. Mereka pun tidak ingin menjadi tim hore saja di Grup E, apalagi mengingat kesuksesan mereka di Piala Dunia 2010 dan Euro 2016 lalu. Dari skuat yang dipanggil oleh Tarkovic, mungkin hanya nama Milan Skriniar yang kalian kenal.

Meski hanya mengandalkan bek tengah Inter Milan itu, Tarkovic yakin bahwa tim asuhannya selalu menghadirkan kesulitan bagi siapa pun lawannya. Seperti tim kuda hitam kebanyakan, Slovakia akan bermain tanpa beban menghadapi Spanyol, Swedia dan Polandia yang lebih difavoritkan.

EURO 2020: Analisis Peta Kekuatan Grup E
Jan Sepele Manalu
Football Addict, Jago FIFA, Suka Main Football Manager. Mantan jurnalis sebuah portal berita olahraga dengan spesialisasi sepak bola. Suka menulis informasi berita, feature, semi-analisis atau analisis panjang tentang sepak bola. Sedari lahir sudah Romanisti. Forza Roma.
Berita Sepak Bola Lainnya

Tinggalkan Balasan

Masukkan Komentar Mu
Masukkan Nama Mu Disini

- Advertisment -

Klasemen Sementara